Kategori
Penyakit Wasir

Wasir Stadium 3 Bisa Sembuh

Wasir atau hemoroid adalah pembengkakan atau pembesaran dari pembuluh darah di usus besar bagian akhir (rektum), serta dubur atau anus. Wasir merupakan penyakit yang dapat menyerang segala usia, namun umumnya lebih sering menimbulkan keluhan pada usia 50 tahun atau lebih.

Wasir tidak selalu menimbulkan keluhan, tetapi bila keluhan muncul, penderita dapat merasa tidak nyaman dan gatal pada anus, serta muncul perdarahan lewat anus.

Penyebab sebenarnya dari wasir atau hemoroid masih belum jelas. Namun, diduga ada kaitan kuat dengan meningkatnya tekanan dalam aliran darah di dalam atau di sekitar anus. Tekanan inilah yang menyebabkan pembuluh darah pada anus membengkak dan mengalami peradangan

Ada dua jenis ambeien, yaitu hemoroid internal dan eksternal. Pembuluh darah yang membengkak di dalam anus dan tidak terlihat dari luar disebut sebagai hemoroid internal. Sedangkan pembengkakan yang terjadi di luar anus dekat lubang anus, terasa lebih nyeri, serta tampak dari luar disebut hemoroid eksternal.

Klasifikasi Wasir

Wasir diklasifikasikan menurut derajat keparahannya, yaitu:

  • Derajat satu – pembengkakan kecil yang muncul di dalam dinding anus dan tidak terlihat di luar anus.
  • Derajat dua – pembengkakan lebih besar yang keluar dari anus saat buang air besar (BAB) dan masuk kembali dengan sendirinya seusai BAB.
  • Derajat tiga – adanya satu atau beberapa benjolan kecil yang menggantung dari anus, namun bisa didorong untuk masuk kembali.
  • Derajat empat – benjolan besar yang menggantung dari anus dan tidak bisa didorong kembali.

Wasir sering kali dapat menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, pengobatan tetap dibutuhkan untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat kondisi ini, serta mencegah kekambuhan.

BACA JUGA: APA WASIR BISA SEMBUH SENDIRI?

Ada beberapa metode pengobatan wasir, khusus untuk kondisi wasir yang sudah masuk stadium 3 bisa menggunakan metode pengobatan wasir tanpa operasi dan operasi.

Penanganan Hemoroid Tanpa Operasi

Jika perubahan pola makan dan pengobatan tidak memberikan hasil, serta derajat keparahan wasir sudah tinggi, pasien akan disarankan oleh dokter bedah untuk menjalani prosedur medis khusus untuk mengatasi wasir, dengan atau tanpa operasi. Berikut akan dijabarkan tindakan medis tanpa operasi untuk mengatasi wasir.

Pengikatan atau ligasi hemoroid

Dokter akan menggunakan tali elastis untuk diikatkan dengan kuat pada dasar hemoroid guna memotong aliran darah. Tanpa aliran darah, hemoroid akan terlepas setelah satu minggu. Rasa tidak nyaman dan nyeri dapat muncul selama satu sampai dua hari pasca operasi. Obat pereda nyeri akan diberikan untuk mengatasi rasa sakit.

Wasir akan terlepas ketika buang air besar. Hal ini ditandai dengan munculnya lendir atau jaringan saat buang air besar, tujuh hari setelah ligasi. Setelah tindakan pengikatan, darah yang muncul saat buang air besar merupakan hal yang normal. Namun, jika darah yang keluar banyak dan tidak berhenti, atau keluar gumpalan darah, dianjurkan untuk segera pergi ke rumah sakit terdekat.

Suntikan skleroterapi

Skleroterapi bisa dilakukan sebagai pengganti prosedur pengikatan wasir. Pada proses skleroterapi, larutan kimia disuntikkan melalui pembuluh darah di sekitar anus. Suntikan ini akan menghilangkan rasa sakit dengan membuat ujung saraf menjadi mati rasa (kebas) serta membuat jaringan wasir mengeras, sehingga akhirnya membentuk sebuah luka. Usai menjalani prosedur ini, wasir akan mengecil atau menyusut dalam waktu sekitar satu setengah bulan.

Hindari olahraga berat setelah menjalani prosedur ini. Pasien yang telah menjalani skleroterapi akan merasakan nyeri untuk sementara waktu atau sedikit mengalami perdarahan, namun tetap diperbolehkan untuk melanjutkan aktivitas normal.

Koagulasi inframerah

Koagulasi dengan inframerah terkadang juga dipakai untuk menangani wasir. Pada prosesnya, sebuah alat yang memancarkan sinar inframerah dipakai untuk membakar jaringan hemoroid. Langkah ini juga berfungsi untuk memotong aliran darah.
Selain inframerah, prosedur yang sama juga bisa dilakukan menggunakan arus listrik. Metode ini lebih dikenal dengan diatermi atau elektrokoagulasi.

Operasi Wasir (Hemoroid)

Operasi akan disarankan jika pengobatan dan penanganan lain untuk wasir telah dicoba dan tidak berhasil. Berikut ini beberapa prosedur operasi wasir:

Hemoroidektomi

Hemoroidektomi adalah operasi pengangkatan wasir. Biasanya dilakukan dengan bius umum. Pasien akan dibuat tidak sadar sehingga tidak merasa kesakitan saat operasi pengangkatan wasir dilakukan.

Hemoroidektomi konvensional melibatkan sayatan kecil di anus untuk memotong hemoroid. Setelah menjalani prosedur ini, pasien disarankan mengambil cuti atau istirahat kurang lebih 7 hari untuk pemulihan.

Pembedahan akan dilakukan pada jaringan tubuh yang mengalami wasir. Pembuluh darah yang membengkak akan diikat untuk mencegah perdarahan, kemudian wasir akan diangkat. Setelah itu, daerah sayatan bedah bisa dijahit tertutup atau dibiarkan terbuka.

Setelah operasi, pasien akan merasakan nyeri selama beberapa minggu. Peluang kambuhnya wasir setelah mendapatkan hemoroidektomi adalah sebesar 5 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan penanganan hemoroid tanpa operasi. Untuk mengurangi risiko munculnya kembali hemoroid, dianjurkan untuk menambah asupan serat dalam makanan.

Stapled hemorrhoidopexy

Stapled hemorrhoidopexy juga disebut stapling yang merupakan prosedur alternatif selain hemoroidektomi konvensional. Stapled hemorrhoidopexy menggunakan alat khusus untuk mereposisi wasir ke tempat normalnya.